Balai Islam KUAZ

zwani.com myspace graphic comments
Myspace Islam Graphics
Salam Alaik to all visitors of this blog. May the contents of this blog benefit you. Insya Allah. Any enquiries or suggestions please send it to: balaiislamkuaz@ymail.com


Hari ini adalah milikku

Waktu Solat


Dapatkan Mesej Bergambar di Sini


Al-waqt

Digital Clocks & MySpace Layouts



Keluarga Balai Islam KUAZ

Dalam proses pengemaskinian


zwani.com myspace graphic comments
Islam Graphic Comments



Mutiara Ilmuan

Take time to THINK. It is the source of power

Take time to READ. It is the foundation of wisdom

Take time to QUIET. It is the apportunity to seek God

Take time to DREAM. It is the future made of

Take time to PRAY. It is the greatest power on earth
Pimp My Profile


~Munaqasyah~




zwani.com myspace graphic comments
Myspace Islam Graphics



~Allah in my heart~






~Tetamu~

free counter


~Munajatku~




archives

September 2008
October 2008
November 2008
December 2008
January 2009
February 2009
March 2009
April 2009
May 2009
June 2009
July 2009
August 2009
September 2009
December 2009
January 2010
February 2010



~Layar~

iluvislam
Grapesnasyid
IslamOnline
MuslimDiary
SaifulIslam



~Balai Islam UM~

Balai Islam KK1
Balai Islam KK3
Balai Islam KK4
Balai Islam KK7
Balai Islam KK12








Dapatkan Mesej Bergambar di Sini

Dapatkan Mesej Bergambar di Sini



credits

. . .
skin by: Jane
Saturday, February 6, 2010 @ 11:28 PM
Seorang Pecinta Sejati



ليس المحب الذى يرجو من محبوبة عوضا او يطلب منه غرضا فان المحب من يبذل لك
ليس المحب من تبذل له


Seorang pecinta bukanlah orang yang mengharapkan imbalan dari orang yang dicintainya, atau menuntut sesuatu dari kekasihnya. Tapi sejatinya, pecinta adalah orang yang bermurah hati memberi pada kekasihnya, bukan malah memperoleh sesuatu darinya.

Seorang hamba yang mencintai Allah Ta'ala tidak akan menuntut dariNya, kecuali perasaan cinta yang serupa. Dan akan mempersembahkan yang terbaik dari amalnya untuk Zat yang ia cintai itu.

Kitab AlHIkam Ibnu 'Athaillah AsSakandari

Labels:




Saturday, January 30, 2010 @ 6:30 PM
Mencintai Mereka.



Sekilas dari Majlis Habib Umar AlHafiz,
10 Januari 2010,
dari KUAZ ke Masjid AlFalah, Subang Jaya
6 ptg-11 malam.

"Aku mencintai orang-orang yang soleh, meskipun aku belum termasuk golongan mereka. Aku membenci orang-orang yang durhaka meskipun sebenarnya, mungkin, aku pun termasuk golongan mereka." [Imam asy-Syafi'i rahimahuLlah]

Ilahi,
alirkan berkah mereka.

Ilahi,
aturkan pertemuan dengan mereka.

Ilahi,
kumpulkan kami dengan mereka.

Ilahi,
tautkan hati-hati kami dengan mereka.

Ilahi,
bila pertemuan yang seterusnya akan tiba?

Ilahi,
sungguh nikmat kasih cinta ini mendamaikan.

Ilahi,
menenangkan.

Ilahi,
menyejukkan.


Labels:




Thursday, January 21, 2010 @ 3:44 PM
Lamakah kita di kubur....

Awan sedikit mendung ketika kaki kecil Yani berlari-lari gembira di atas jalanan menyeberangi kawasan untuk ke tanah perkuburan. Baju merahnya yang besar melambai-lambai di tiup angin. Tangan kanannya memegang ais krim sambil sesekali mengangkatnya ke mulut untuk dijamahi. Sementara tangan kirinya digenggam erat oleh ayahnya.
Yani dan ayahnya memasuki kawasan tanah perkuburan menuju ke pusara neneknya. Kemudian mereka duduk di atas tembok nisan yang bercatatan;

Hjh Aisyah Binti Marlia 19-10-1915 : 20-01-1965

"Nak, ini pusara nenekmu. Mari sayang...kita berdoa untuknya"
Yani melihat wajah ayahnya, lalu meniru gaya tangan ayahnya yang diangkat ke atas dan dia ikut memejamkan mata seperti ayahnya. Dia khusyuk mendengar ayahnya berdoa walaupun dia masih belum mampu memahami sepenuhnya setiap baris doa yang dititipkan oleh ayahnya itu.
"Ayah, nenek meninggal semasa umur 50 tahun ya?"
Ayahnya mengangguk dan tersenyum sambil memandang pusara ibunya.
"Hmm, bererti nenek sudah meninggal 45 tahun ya, Yah?" Kata Yani sambil lagak matanya mengira dan jarinya menghitung.
"Ya, nenekmu sudah di dalam kubur selama 45 tahun sayang... "
Yani menoleh kepalanya dan memandang sekelilingnya. Banyak pusara di sana . Di samping pusara neneknya terdapat pusara tua yang sudah berlumut.

Muhammad Zaini 19-02-1882 : 31-01-1910

"Hmm.. Kalau yang itu sudah meninggal 100 tahun yang lalu ya Yah?", jarinya menunjuk nisan bersebelahan pusara neneknya itu.
Sekali lagi ayahnya mengangguk dan tangannya mengusap kepala anak tunggalnya itu.
"Ya nak. Benar katamu sayang. Mengapa?" tanya si ayah sambil menatap mata anaknya yang redup.
"Hmmm, semalam ayah beritahu jika kita meninggal dan banyak dosa. Kita akan diseksa di kubur. Iya kan yah?" kata Yani sambil meminta persetujuan ayahnya.
Ayahnya tersenyum dan menggangguk.
"Benar, lalu?" tanya si ayah meminta penerangan si anak.
"Iya... Kalau nenek banyak dosanya, bererti nenek sudah diseksa 45 tahun di kubur ya ayah? Kalau nenek banyak pahalanya, bererti sudah 45 tahun nenek bahagia dikubur. Betul tak ayah?" mata Yani bersinar ingin tahu.
Ayahnya tersenyum, namun sekilas menampakkan keningnya yang berkerut dan perasaannya yang cemas.
"Iya nak, kamu pintar sayang," kata ayahnya pendek.
Pulang dari tanah perkuburan, ayah Yani kelihatan gelisah di atas sejadahnya. Dia memikirkan perkara yang telah diperkatakan oleh anak kesayangannya tadi.
"... 45 tahun hingga sekarang... kalau kiamat datang 100 tahun lagi...145 tahun diseksa .. atau bahagia dikubur?".
Dia bermonolog sendirian.

"Kalau dia meninggal dan banyak dosanya. Kiamat masih 1000 tahun lagi, bererti dia akan diseksa 1000 tahun?..'Innalillaahi WA inna ilaihi rooji'un'... "

Air matanya semakin banyak menitis, sanggupkah dia diseksa selama itu.

"Itu kalau benar kiamat lagi 1000 tahun tetapi kalau 2000 tahun lagi? Kalau 3000 tahun lagi? Selama itukah dia akan diseksa di kubur. Mampukah dia bertahan dengan tiap seksaan? padahal melihat adegan pukul di salah satu rancangan televisyen pun dia sudah tidak tahan untuk melihatnya?". Jiwanya penuh dengan monolog.

"Ya Allah..."
Dia semakin menunduk. Tangannya diangkat dan air matanya semakin membanjiri pipinya.
"Allahumma as aluka khusnul khootimah"
Berulang Kali di bacanya doa itu sehingga suaranya serak dan terhenti sejenak apabila terdengar batuk Yani. Dihampirinya anak kesayangannya yang sudah terlena dan membetulkan selimutnya. Yani terus tertidur tanpa mengetahui betapa ayahnya amat berterima kasih kepadanya kerana telah menyedarkannya erti sebuah kehidupan dan kehidupan hakiki yang akan datang di hadapannya.

"Ya Allah, letakkanlah dunia ditanganku, jangan Kau letakkan dihatiku..."



Tuesday, January 19, 2010 @ 7:44 AM
Those who sincere



All humans are dead except those who have knowledge | And all those who have knowledge are asleep except for those who do good deeds | And those who do good deeds are deceived except those who are sincere | And those who are sincere are always in a state of worry - Imam ashShafie (radhiallahuanhu)

Labels:




Tuesday, January 5, 2010 @ 11:54 PM
Menanti Taman Syurga Dunia. Penawar Hati yang Kian Mati.




Bismillahirrahmanirrahim. Assalamualaikum Wr. Wb.


Dearest Brothers and Sisters.


If you are interested to attend Majlis with Habib Umar AlHafiz, please register your NAME and HP NUMBER at the Munaqasyah/Shoutbox on the left side of this blog . IF the number of student’s participation exceeds 25, we would like to book a bus and share the transportation fee together, InshaAllah. Seats limited to 44. Transportation fee is stated as below:


Destination:

RM 220

From Ungku Aziz Residential College, University of Malaya to Masjid AlFalah, to and fro.

Time:

6:00 pm at Ungku Aziz Residential College.


Participation is open to all, including Non-Kuazians. It is subjected to cancellation based on the number of participants. We will inform via SMS for confirmation.

Thank You.

Labels:




Wednesday, December 30, 2009 @ 7:53 PM
malam pertama kita...

Satu hal sebagai bahan renungan Kita...
Tuk merenungkan indahnya malam pertama
Tapi bukan malam penuh kenikmatan duniawi semata
Bukan malam pertama masuk ke peraduan Adam Dan Hawa

Justeru malam pertama perkawinan kita dengan Sang Maut
Sebuah malam yang meninggalkan isak tangis sanak saudara

Hari itu... mem pelai sangat dimanjakan
Mandipun...harus dimandikan
Seluruh badan Kita terbuka....
Tak ada sehelai benangpun menutupinya. .
Tak ada sedikitpun rasa malu...
Seluruh badan digosok dan dibersihkan
Kotoran dari lubang hidung dan anus dikeluarkan
Bahkan lubang-lubang itupun ditutupi kapas putih...

Itulah sosok Kita....
Itulah jasad Kita waktu itu

Setelah dimandikan.. ,
Kitapun dipakaikan gaun cantik berwarna putih
Kain itu ...jarang orang memakainya..
Karena sangat terkenal bernama Kafan
Wangian ditaburkan kebaju Kita...
Bahagian kepala.., badan. .., dan kaki diikatkan
Tataplah.... tataplah. ..itulah wajah Kita
Keranda pelaminan... langsung disiapkan
Pengantin bersanding sendirian...

Mempelai diarak keliling kampung yang dihadiri tetangga
Menuju istana keabadian sebagai simbol asal usul
Kita diiringi langkah longlai seluruh keluarga
Serta rasa haru para handai taulan
Gamelan syahdu bersyairkan adzan dan kalimah Dzikir
Akad nikahnya bacaan talkin....
Berwalikan liang lahat..
Saksi-saksinya nisan-nisan. . yang telah tib a duluan
Siraman air mawar.. pengantar akhir kerinduan
Dan akhirnya.... tiba masa pengantin..
Menunggu dan ditinggal sendirian,
Tuk mempertanggungjawab kan seluruh langkah kehidupan

Malam pertama yang indah atau meresahkan..
Ditemani rayap-rayap dan cacing tanah
Di kamar bertilamkan tanah..

Dan ketika 7 langkah telah pergi.....
Sang Malaikat lalu bertanya.
Kita tak tahu apakah akan memperoleh Nikmat Kubur...
Ataukah Kita akan memperoleh Siksa Kubur.....
Kita tak tahu...Dan tak seorangpun yang tahu....




Tuesday, September 22, 2009 @ 6:46 PM
Raya sebenar Raya

RAYA SEBENAR RAYA



Sempena hari raya ini, marilah sama-sama kita merenung sebuah hadith Nabi yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik, berkaitan dengan konsep 'hari raya' yang lebih luas. Menurutnya, Nabi Muhammad saw. bersabda hari raya yang sebenarnya bagi orang beriman itu ada pada 5 keadaan:



1. Setiap hari ia berjalan dan bertemu seorang yang beriman serta ia tidak melakukan sebarang dosa, itu ialah hari raya baginya.



2. Hari keluarnya dari dunia dengan penuh keimanan dari tipu daya syaitan



3. Hari menyeberang Siratul Mustakim dan terselamat dari bencana jatuh ke dalam api neraka



4. Hari kita masuk syurga dengan selamat dan terlepas dari api neraka



5. Hari ia menatap wajah Allah Ta'ala



Menurut Nabi Muhammad saw. Hari Raya bagi setiap orang beriman ada pada 5 ketika;


iaitu setiap hari yang dia tidak melakukan sebarang dosa, saat meninggal dunia dalam husnul-khatimah, hari berjaya melintasi Siratul-Mustakim dan terselamat dari masuk ke neraka, masuk ke dalam syurga dan hari dia mengadap Allah Taala.



Sekiranya kita tidak melakukan sebarang dosa pada sesuatu hari, itu adalah hari raya bagi kita. Kalaulah kita berusaha sungguh-sungguh menghindarkan diri melakukan sebarang dosa dengan menjauhi larangan Allah serta mematuhi segala perintah Allah, hari itu adalah sebenarnya hari yang harus dirayakan.



Saat menghembuskan nafas terakhir dengan penuh keimanan dari tipu daya syaitan juga termasuk dalam 'hari raya' yang dimaksudkan oleh Nabi Muhammad saw. Saat sakratul-maut adalah masa yang paling genting bagi setiap individu. Kesakitannya yang amat sangat bukan saja menimpa jasad bahkan rohnya juga; seperti yang digambarkan oleh ulama kesakitannya lebih dahsyat daripada dipalu dengan 1000 pedang, atau digunting dengan beberapa gunting atau digergaji dengan beberapa gergaji. Malahan dikatakan saat sakrat adalah hari kiamat bagi si-mati.


Menurut Imam Ghazali kesusahan mati itu 3, pertama kesakitan sakrat, kedua kesusahan melihat kedatangan malaikatul-maut dengan mukanya yang amat bengis dan ketiga kesusahan jika dinampakkan tempat kediaman di neraka (jika ahli maksiat). Sudahlah tidak tertahan dengan kedahsyatan yang amat sangat, syaitan pula sibuk menangguk di air keruh. Di saat inilah dia menjalankan taktik dan strategi terakhir untuk menumpaskan kita. Hanya orang yang Allah tetapkan mati dalam husnul khatimah saja terlepas dari tipu dayanya. Berjayanya kita di saat ini barulah kita dapat menikmati hari raya sebenarnya. Namun alam perkuburan merupakan alam yang penuh dengan peristiwa-peristiwa dahsyat. Bagi orang mukmin, ia merupakan satu taman dari taman-taman syurga, sebaliknya bagi orang kafir, alam barzakh adalah satu pintu dari pintu neraka.



Hari Raya seterusnya adalah hari kita berjaya melepasi api neraka selepas merentas Titian Siratul Mustaqim. Sebelum menyeberang jambatan yang direntang di atas kawah neraka, setiap individu disoal dan ditimbang amalan baik dan jahatnya. Selesai dari segala perhitungan tersebut barulah diperintah meniti Titian yang sangat tajam dan sangat halus ini. Orang yang mengikut jalan lurus semasa di dunia selamat menyeberang dengan kelajuan yang pantas. Malangnya mereka yang menyeleweng dari jalan lurus di dunia gagal dan jatuh ke dalam api neraka. Bayangkan betapa dahsyat dan ngerinya berada di jambatan yang di bawahnya terdapat lautan api yang sentiasa mengait sesiapa saja yang berdosa. Andainya terlepas dari tercebur ke neraka, barulah boleh kita berhari raya.



Hari kita masuk syurga adalah hari raya seterusnya bagi orang beriman. Terlepasnya dari neraka bermakna kita akan dimasukkan ke dalam syurga yang penuh dengan kenikmatan dan kelazatan. Syurga adalah tempat manusia pilihan. Penghuni-penguni syurga dengan muka yang berseri-seri diberikan kerajaan yang sangat luas dengan mahligai yang besar serta menikmati pelbagai juadah yang lazat-lazat. Pendeknya mereka beroleh segala kelazatan dan terhindar dari segala seksa. Inilah sebenarnya hari raya bagi orang mukmin.



Hari raya yang paling meggembirakan orang beriman ialah di saat memandang wajah Agung Ilahi. Inilah kenikmatan yang paling agung dan lazat sehingga terlupa kelazatan dan kenikmatan syurga. Ia merupakan puncak atau klimaks kenikmatan orang beriman.
Memandangkan kita belum pun menempuh saat-saat di atas, sepatutnya kita berasa cemas dan berwaspada. Dalam masa kita bersuka ria menyambut hariraya ini, lintaskanlah di hati sanubari kita bahawa hari raya sebenarnya belum kita tempuhi lagi. Amat jauh terpesongnya budaya kita yang menyambut hariraya dengan maksiat seperti hiburan, nyanyian, tarian dan pelbagai kegilaan yang melupakan kita akan hari raya sebenarnya. Hari Raya Idilfitri hanya satu gambaran atau tamsilan bagi kita merenung bahawa Allah akan membalas dengan ganjaran baik jika berjaya melepasi rintangan hawa nafsu dan mengendalikan hidup mengikut cara yang Allah redhai.



Mudah-mudahan hariraya yang kita hadapi ini tidak berakhir di sini saja, sama-samalah kita berdoa semoga ia berterusan sehinggalah kita berjaya melepasi sakratul-maut, titian siratul-mustaqim, menjadi penghuni syurga dan akhirnya mengadap zat Allah Taala di syurga kelak. Amin..


Dipetik daripada: http://www.geocities.com/Athens/Parthenon/5352/raya.htm

Labels: